PENGABDIAN MASYARAKAT

"GERDU KEMPLING" STIP Farming Semarang

Sebagai bentuk partisipasi sekaligus ikut memberdayakan masyarakat dengan sasaran agar pendapatan masyarakat lebih meningkat, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Farming Semarang memberikan pelatihan kepada warga di sekitar kampus. Pelatihan ini dalam rangka partisipasi STIP Farming Semarang terhadap kegiatan GERDU KEMPLING (Gerakan TerpaduĀ  bidang Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Infrastruktur, Lingkungan) yang dicanangkan oleh Wali Kota Semarang.

Pemberdayaan masyarakat itu meliputi Pelatihan Pemijahan Lele Sangkuriang, Pembuatan Bandeng Presto, Pembuatan Pupuk Organik dan Unit Simpan Pinjam. Kegiatan ini melibatkan 30 warga, sebagian di antaranya ibu-ibu dan remaja. Diharapkan kegiatan ini ikut berperan meningkatkan pendapatan keluarga dengan diversifikasi usaha melalui pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajang Mungkur.


STIP Farming Semarang Ajari Membuat Pupuk

SAWANGAN-Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Farming Semarang bersama dosen Universitas Tidar Magelang menjabarkan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam bentuk pendampingan untuk warga korban letusan Gunung Merapi. Pendampingan itu diwujudkan dalam kegiatan pelatihan sekaligus demo pembuatan pupuk kompos di Desa wanalelo Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

Pembantu Ketua III STIP Farming Semarang Ir Harum Sitepu MSi menjelaskan, sebanyak 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani Kedungkayang Makmur Desa Wanalelo Kecamatan Sawangan diajari membuat pupuk kompos dan sekaligus diberi bantuan benih hortikultura .
Dengan pelatihan itu diharapkan para petani termotivasi memanfaatkan pupuk kandang sebagai pupuk kompos pengganti ketergantungan penggunaan pupuk organik.

Dana dari kegiatan ini dihimpun dari para alumni saat reuni akbar perguruan tingginya pada Desember 2010 lalu.
Pada kunungan kedua baru-baru ini, bantuan benih hortikultura seperti jagung manis, tomat yang dulu diberikan telah disemai dengan baik dan diberi pupuk kompos, sehingga persentasi pertumbuhan 99 persen.

Pendampingan Modal

Dalam pendampingan itu Ketua STIP Farming Semarang Drs R Pramono MSi yang didampingi tiga dosennya masing-masing Ir Sutopo MP, Ir Sudjito dan Ir Eko Suharyono dan sejumlah mahasiswa menyatakan perlu ada pendampingan permodalan dengan bunga yang rendah untuk usaha tani, lebih-lebih petani korban letusan maupun erupsi Gunung Merapi.

Ketua STIP Farming berharap di waktu mendatang petani harus memproduksi sendiri produk-produk pertanian, apalagi masyarakat sudah selektif dalam memilih produk pertanian. Produk-prpduk itu diharapkan mampu bersaing dengan produk anorganik yang kini sudah banyak dirasakan kekurangan dan dampaknya oleh masyarakat.